Tips Cara Menghadapi Wawancara Kerja (Interview)

Tips Cara Menghadapi Wawancara Kerja (Interview) – Wawancara kerja atau lebih sering kita dengan dengan sebutan interview kerja memang kelihatan mudah, karena proses wawancara kerja sendiri hanya berupa interaksi tanya jawab antara calon karyawan atau pegawai dengan interviewer atau HRD yang dalam hal ini bertindak sebagai si pewancara kerja. Namun tahukah Anda bahwa selain tes psikotes tidak jarang calon karyawan yang tidak lulus saat tes wawancara kerja. Hal inilah yang menjadi momok yang membuat banyak orang merasa gugup saat wawancara kerja.

tips wawancara kerja

tips wawancara kerja

Umumnya, Anda menghadapi situasi dimana Anda harus bersaing dengan banyak pelamar. Situasi semacam ini tentu menuntut Anda untuk menawarkan expected dan extra. Bagaimana caranya? Sebagai tambahan atau penegasan dari yang sudah Anda ketahui, di bawah ini ada sejumlah “jangan” yang perlu Anda hindari atau beberapa hal yang perlu Anda lakukan untuk menghadapi tes wawancara kerja (interview):

1. Jangan terlalu “pede” diterima sehingga anda meremehkan persyaratan, baik tertulis atau yang tidak tertulis. Lebih-lebih ada kesan bahwa anda minta dispesialkan karena punya orang dalam. Sikap anda jangan mengundang datangnya hal-hal buruk.

2. Jangan juga terlalu pesimis sehingga anda sudah tidah lagi menunjukkan harapan dan gairah. Yang pede dan optimis saja belum tentu diterima, apalagi yang sudah pesimis. Secara naluri universal, tidak ada perusahaan yang tertarik untuk merekrut orang pesimis.

3. Jangan terlalu banyak bertanya. Lebih-lebih pertanyaan itu mengundang penafsiran yang berbeda. Misalnya anda bertanya, apakah keuangan perusahaan ini atau masa depan perusahaan ini sehat atau tidak. Bagi sebagian orang, ini bisa dianggap menyinggung. Kalau anda ingin tahu, carilah informasi dari mantan karyawan, laporan media, atau internet. Bisa juga dengan melakukan pengamatan.

4. Jangan juga tidak bertanya sama sekali sehingga interview itu berjalan tanpa kesan. Idealnya, sebelum interview, siapkan maksimal tiga sampai lima pertanyaan yang terkait dengan pekerjaan (bukan perusahaan).

5. Hindari mematok harapan yang tidak rasional, terutama yang terkait dengan gaji atau fasilitas. Ukur dulu kemampuan, lalu simpulkan berapa layaknya, kemudian sempurnakan dengan mencari perbandingan di luar. Kalau bisa, cari informasi tentang kebijakan yang berlaku di perusahaan itu.

6. Hindari mengeluarkan pernyataan yang melemahkan atau menegatifkan posisi tawar, misalnya: saya tidak mau, saya tidak bisa, saya bisa tetapi, dan lain-lain. Gunakan ungkapan yang memperkuat posisi tawar, yang menunjukkan bahwa anda memang sudah siap secara lahir dan batin.

7. Hindari berpakaian atau mengenakan perhiasan dan aksesoris yang berlebihan atau tidak sesuai dengan ukuran umum untuk posisi yang ingin anda masuki. Banyak perusahaan yang tidak suka merekrut orang yang gaya hidupnya terlalu tinggi untuk posisi yang dilamarnya atau juga terlalu rendah (tidak sesuai). Artinya, sesuaikan dengan posisi yang ingin anda masuki dan juga dengan kultur perusahaan.

8. Hindari menceritakan masalah pribadi, apalagi terkesan ingin menjual masalah pribadi untuk mendapatkan simpati dan belas kasihan. Kalau ditanya, jawablah secukupnya saja.

9. Hindari menceritakan kejelekan perusahaan, atasan, atau lingkungan kerja yang lama. Supaya tidak terpeleset atau terpancing, siapkan jawaban atau penjelasan yang netral jauh-jauh hari. Apa yang kira-kira akan anda katakan kalau interviewer menanyakan kenapa anda keluar dari perusahaan yang dulu? Temukan jawaban yang tidak mengundang tanda tanya. Tentu saja anda perlu menghindari jawaban yang manipulatif.

Misalnya anda mengatakan perusahaan itu sudah bangkrut atau pemilikinya meninggal dunia padahal masih beroperasi. Intinya, kreatiflah dalam menciptakan penjelasan, namun janganlah manipulatif.

10. Hindari menunjukkan kekurang-dewasaan dalam ucapan, sikap dan tindakan. Misalnya saja ketawa tidak pada tempatnya ketika ditanya atau bertanya tentang hal-hal kecil yang mestinya tidak perlu ditanyakan.

Dengan mengetahui Tips Cerdas Menghadapi Wawancara Kerja (Interview) di atas, Anda yang notabene fresh graduate bisa percaya diri menghadapi wawancara kerja di perusahaan apa pun. Jika memungkinkan, beli satu atau dua buku yang membahas pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul di suatu wawancara kerja. Persiapkan juga dokumen-dokumen terkait yang sekiranya akan ditanyakan pewawancara kerja.

Tema: Contoh Surat, Surat Lamaran Kerja Tags: , , , , , , ,
Tips Cara Menghadapi Wawancara Kerja (Interview) – Wawancara kerja atau lebih sering kita dengan dengan sebutan interview kerja memang kelihatan Tips Cara Menghadapi Wawancara Kerja (Interview) 4.5 Penulis Puisi